Hanya di tempat ini, Dek, kamu melihat tukang becak membawa nadzom Uqudul Juman. Jika sedang sepi, dia melalarnya dengan nada, Jika se...

Abdi Dalem Pesantren



Hanya di tempat ini, Dek, kamu melihat tukang becak membawa nadzom Uqudul Juman. Jika sedang sepi, dia melalarnya dengan nada, Jika sedang narik pelanggan, mulutnya komat kamit seperti membaca mantra, melalarnya hingga khatam.
Hanya di tempat ini, Dek, kamu melihat tukang gorengan membawa dua kitab Jami'us Shoghir di dalam keranjang. Sambil menembel kitab, dia menunggu singkong gorengnya lekas matang, dan siap siaga kalau nanti ada pelanggan.
Hanya di tempat ini, Dek, kamu melihat penebang kayu, penggali sumur, pencangkul sawah, penjual grabah, montir sepeda, tukang tambal ban, tukang jual koran, pengembala kambing, tukang cat bangunan, tukang jual susu sapi perah, jual es tebu, es cendol, es kopyor, es kelapa muda, hafal seribu bait nadzom Alfiyyah, saban minggu belajar falak, jika sore bakda ashar berangkat ke ndalem kiai membawa kitab Tafsir Jalalain dalam pelukan.
Hanya di tempat ini: penjual kos antar, tukang galon isi ulang, tukang bersih-bersih lingkungan: nanti jika sudah saatnya pulang ke rumah, mereka akan menjadi tokoh masyarakat yang amat bijak, karena selama hidupnya, apa yang ia kerjakan bermula dari apa yang disebut pengabdian.
Hanya di tempat ini, Dek. "Kamu bisa benar-benar melihatnya." .
.
***Untuk para abdi ndalem, Kenanganmu jauh lebih kuat dari orang kebanyakan. Maka berceritalah. Kalian hebat... .

0 komentar:

1. Nama Lahir Siapa yang sangka ternyata saat lahir beliau tidak langsung dikenal sebagai Agus Salim, melainkan memiliki nama asli M...

Mengenal tokoh pejuang Indonesia, KH. Agus Salim. Si Kecil yang pandai diplomasi



1. Nama Lahir

Siapa yang sangka ternyata saat lahir beliau tidak langsung dikenal sebagai Agus Salim, melainkan memiliki nama asli Mashudul Haq, yang berarti “pembela kebenaran”. Kedua orang tuanya bernama Soetan Mohamad Salim dan Siti Zainab.

2. Lahir di Sumatera Barat

KH. Agus Salim adalah seorang pria asli Sumatera Barat. Beliau lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat pada tanggal 8 Oktober 1884. 61 tahun sebelum Indonesia memperoleh Kemerdekaan.

3. Latar belakang pendidikan yang baik

KH. Agus Salim bersekolah di sekolah khusus anak-anak Eropa, Europeesche Lagere School (ELS). Setelah lulus, beliau melanjutkan menimba ilmu di Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia (Jakarta) dan mendapat predikat sebagai lulusan terbaik di HBS.

4. Terjun ke dunia politik melalui Sarekat Islam

KH. Agus Salim pernah menjadi anggota dan pemimpin organisasi Sarekat Islam. Organisasi ini terbilang berani karena sangat lantang menyuarakan pendapat dan mengkritik pemerintah.

5. Aktif dalam lembaga-lembaga kelengkapan negara dan menteri

Setelah Indonesia merdeka, beliau pernah menjadi anggota di Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan bergabung di Kabinet Sjahrir II dan III sebagai menteri.

Beliau juga pernah menorehkan satu kiprah yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia, yaitu melakukan sebuah misi diplomasi ke Mesir yang terjadi pada tahun 1947 demi memperoleh pengakuan atas kemerdekaan Indonesia. Beliau menjalankan misi ini gak sendiri, tapi ditemani oleh Abdul Rahman Baswedan, Mohammad Rasjidi, dan Sutan Nazir Pamoentjak sebagai diplomat Indonesia.
Berkat kerja keras keempat sekawan ini, Mesir berhasil jadi negara pertama yang mengakui Kemerdekaan Indonesia.


6. Menjadi anggota Panitia Sembilan


Panitia Sembilan adalah panitia yang beranggotakan sembilan orang yang bertugas untuk merumuskan dasar negara Indonesia yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Panitia Sembilan dibentuk pada tanggal 1 Juni 1945. Terbentuknya panitia sembilan bermula ketika Jepang telah berjanji untuk memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Kemudian dibentuklah Badan Penyelidik Usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 29 April 1945. Kemudian anggota-anggota BPUPKI dilantik pada tanggal 28 Mei 1945 dan persidangan pertama dilakukan keesokan harinya sampai dengan 1 Juni 1945. Setelah itu dibentuk panitia kecil yang berjumlah 9 orang yang bertujuan untuk merumuskan gagasan-gagasan tentang dasar-dasar negara.

sumber : Kaskus, https://www.kaskus.co.id/thread/59faf2361854f79e0f8b4575/mengenal-tokoh-pejuang-indonesia-kh-agus-salim-si-kecil-yang-pandai-diplomasi/?ref=homelanding&med=hot_thread

0 komentar: