Hanya di tempat ini, Dek, kamu melihat tukang becak membawa nadzom Uqudul Juman. Jika sedang sepi, dia melalarnya dengan nada, Jika se...

Abdi Dalem Pesantren



Hanya di tempat ini, Dek, kamu melihat tukang becak membawa nadzom Uqudul Juman. Jika sedang sepi, dia melalarnya dengan nada, Jika sedang narik pelanggan, mulutnya komat kamit seperti membaca mantra, melalarnya hingga khatam.
Hanya di tempat ini, Dek, kamu melihat tukang gorengan membawa dua kitab Jami'us Shoghir di dalam keranjang. Sambil menembel kitab, dia menunggu singkong gorengnya lekas matang, dan siap siaga kalau nanti ada pelanggan.
Hanya di tempat ini, Dek, kamu melihat penebang kayu, penggali sumur, pencangkul sawah, penjual grabah, montir sepeda, tukang tambal ban, tukang jual koran, pengembala kambing, tukang cat bangunan, tukang jual susu sapi perah, jual es tebu, es cendol, es kopyor, es kelapa muda, hafal seribu bait nadzom Alfiyyah, saban minggu belajar falak, jika sore bakda ashar berangkat ke ndalem kiai membawa kitab Tafsir Jalalain dalam pelukan.
Hanya di tempat ini: penjual kos antar, tukang galon isi ulang, tukang bersih-bersih lingkungan: nanti jika sudah saatnya pulang ke rumah, mereka akan menjadi tokoh masyarakat yang amat bijak, karena selama hidupnya, apa yang ia kerjakan bermula dari apa yang disebut pengabdian.
Hanya di tempat ini, Dek. "Kamu bisa benar-benar melihatnya." .
.
***Untuk para abdi ndalem, Kenanganmu jauh lebih kuat dari orang kebanyakan. Maka berceritalah. Kalian hebat... .

0 komentar: