Sebenarnya program IJEPA sudah dimulai sejak 2008 di era Bapak Presiden SBY, tiap tahunnya pun Indonesia mengirimkan 300an perawat dan ca...
Menjadi Perawat di Jepang adalah Jalan Ninjaku
Sebenarnya program IJEPA sudah dimulai sejak 2008 di era Bapak Presiden SBY, tiap tahunnya pun Indonesia mengirimkan 300an perawat dan careworker lewat program tersebut. Saya sering mendapat pertanyaan seputar kerja di Luar negri, seperti halnya " kak,gimana cara daftarnya?, kak biayanya berapa?, kak,apa aja persiapannya? ". Dari sini saya menyimpulkan bahwa sepertinya pemerintah maupun intstitusi pendidikan kurang memberikan info-info seputar kerja di luar negeri, mungkin saja sudah diberikan tapi kurang detail,ataupun sudah diberikan informasi siswanya yang cuek.
Selama saya kuliah memang jarang sekali dari pihak intitusi memberikan informasi perihal kerja diluar negeri, dari semester 4 memang saya sudah bertekad ingin jadi perawat diluar negri. Awalnya minat saya tertuju pada negara Qatar. Jadi sebisa mungkin informasi seputar Perawat di Qatar pasti saya cari. Tapi keinginan ke Qatar perlahan mulai hilang,karena menurut pengamatan saya beberapa tahun terakhir memang mereka lebih banyak merekrut tenaga perawat wanita daripada laki-laki. 2016 setelah lulus S1 setelah pindah institusi informasi seputar jepang makin sering saya dapat namun setelah melihat persyaratannya sejenak saya berfikir "apa bisa ya, gimana nanti tesnya, apa aja ya dokumen yang mesti di kirim.." dan lagi "gimana belajar bahasa jepang untuk ini?".
Setelah lulus Pendidikan Profesi, berbekal informasi yang saya dapat dari senpai a.k.a senior saya memutuskan untuk mengambil bimbingan bahasa jepang selama 6 bulan di bandung. Kenapa di bandung? karena tempat saya mengambil kursus tersebut selain memberikan pelatihan bahasa jepang juga membantu pengurusan dokumen dan hal lain yang dibutuhkan untuk mengikuti program EPA. Namun jika mendaftar mandiri dan mengikuti bimbingan bahasa diluarpun juga tidak apa-apa.
Perlu diketahui bahwasanya program EPA ini tidak dipungut biaya sama sekali, kalaupun ada nanti untuk biaya Medical Checkup dan kalau dinyatakan fit dana dikembalikan lagi ke peserta.
Kandidat EPA baik kangoshi maupun kaigofukushishi dinyatakan lulus seleksi awal untuk pendidikan dijakarta apabila
1. Lulus Seleksi Pemberkasan
2. Lulus ujian tulis (Psikotes dan Soal Ujian Kompetensi Perawat)
3. Lulus medical checkup yang meliputi:( Cek darah lengkap, Visus, Tes buta warna,Tes keseimbangan, Rontgen thorax dan Tes sputum)
5. Matching dengan user ( Pihak Panti/Rumah sakit)
Setelah dinyatakan "Matching' para kandidat akan mendapatkan pelatihan selama 6 bulan yang berlokasi di PPPPTK Bahasa Depok. Selama 6 bulan itu para kandidat akan diberikan materi Bahasa jepang dengan target N4 oleh Japan Foundation. Tidak hanya itu selama pelatihan di Jakarta perharinya kandidat mendapatkan tunjangan sebesar 10 dollar perhari untuk menambah semangat belajar. Senang bukan? belum sampai disitu, selama di jakarta perkembangan belajar bahasa jepang kandidat akan terus di pantau oleh BNP2 dan akan terus diinformasikan ke panti/rumah sakit tempat kandidat akan bekerja nantinya. Di bulan terakhir pelatihan dijakarta ternyata masih ada 1 kali lagi medical checkup dan kalau gagal kandidat tidak akan bisa berangkat ke jepang, meskipun nilai bahasa jepangnya bagus. Jadi saran saya para siswa yang akan mengikuti program EPA pantau terus kesehatan kalian masing- masing yaak.
Setelah lulus rangkaian tahapan seleksi tersebut kandidat akan diberangkatkan ke Jepang, namun sebelum bekerja di shisetsu/byouin masing-masing kandidat masih harus mengikuti pendidikan selama 6 bulan lagi di AOTS. Diangkatan saya EPA Batch 12 ini ada AOTS Tokyo dan Osaka. Tergantung yang terdekat dari tempat kita akan bekerja nanti.
Mungkin dari sini dulu yang bisa saya bagikan,oh iya..saat menulis artikel ini saya baru 1 bulan di AOTS Chubu. Yoroshikune..
*situs mendaftar EPA yakni www.bnp2tki.go.id
About author: ikhwanul
Lagi belajar mengeja tulisan, maap seribu maap kalo belepotan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Saat saya daftar di situ d suruh mencantumkan syarat platihan bahasa jepang. Apakah itu artinya harus platihan dullu baru bisa daftar?
BalasHapusmohon maaf barus sempat membalas komentarnya, untuk tahun 2018 keatas ada aturan tambahan baru yakni harus punya sertifikat pelatihan bahasa minimal level n5
Hapus