Berkali kali punya niat untuk menuliskannya di blog tapi selalu tertunda karena jiwa rebahanku yang tidak bisa dibendung. Ini saja jari-jariku berontak, mereka lebih memilih menyentuh layar 4inch dari pada keyboard ini.
Saat ini ditulis situasi jepang dan mungkin seluruh negara di bumi ini lagi genting-gentingnya, ya tentu saja karena covid-19. Lebaran tahun ini akan menjadi lebaran yang sangat berbeda. Bukan hanya karena salat ied yang kemungkinan ditiadakan karena corona, tapi juga karena tahun ini aku sudah tidak di indonesia lagi. Yang artinya tidak lagi ada acara anjangsana, makan opor sama ketupat, kue nastar dan lain sebagainya.
Datang pertama kali ke jepang dengan level kemampuan bahasa hanya N4 membuatku sering kebingungan dan merasa panik saat bepergian, bagaimana tidak sebagian besar nama toko,nama jalan dan papan pengumuman ditulis dengan kanji dan kana. Ya tentu ajalah jepang waan wan.
6 bulan pertama aku habiskan di perfektur aichi karena lokasi pelatihan AOTS salah satunya berada di chubu. Dalam 6 bulan saja banyak hal yang berubah dari hidupku, mulai dari membiasakan diri menggunakan bahasa jepang setiap hari, lebih sering berjalan kaki, membiasakan diri dengan perubahan iklim di jepang sampai terbiasa sendiri tanpa pasangan. Ya pasangan!. Tidak hanya itu banyak penyesuaian dengan ibadah, mengingat saya adalah seorang muslim dan berkewajiban menunaikan ibadah sholat fardhlu. Kadang sempat kesulitan ketika harus melakukan sholat saat bepergian, tidak seperti di Indonesia yang banyak masjid beserta musholla, untuk wudhu saja bisa dibilang disini agak repot.
Oh iya, aku sekarang tinggal di Edogawa, Tokyo. Tempat tinggal yang sekarang berjalak 2 kilometer dari tempatku bekerja. Aku termasuk beruntung karena mendapat banyak fasilitas dan kemudahan dari tempatku bekerja. Tentu saja apartmen dan sepeda, tapi tidak hanya itu lho..apartmen beserta isi-isinya!. Meski sudah beberapa bulan tapi kadang aku masih belum percaya "kok bisa-bisanya aku sampai disini ya". Kalau dihitung sampai sekarang aku sudah melewati 4 musim di Jepang!, hal yang belum pernah aku kira sebelumnya, bahkan memimpikannya saja tidak pernah. Bagi sejawat yang punya rencana untuk bekerja diluar negeri khususnya jepang pasti tau mengenai sulitnya masuk program EPA ini.
Belakangan ini aku kembali sering membuka artikel-artikel mengenai para ekspatriat atau dalam istilah lama kalian menyebutnya TNI, eh salah maksudnya TKI. Dalam artikel tersebut aku membaca bahwa program G To G EPA untuk perawat ini kemungkinan akan segera ditiadakan, mengingat per 1 april 2019 lalu sudah ada program baru yang bernama Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker (SSW). Untuk hal tersebut nanti aku buatkan sendiri artikelnya, eh tapi sudah banyak yang membahas sih sebenarnya. Balik lagi ke laptop!, ya ..jadi tentu saja dengan ada MOU antara Indonesia dan Jepang mengenai program tersebut akan berpengaruh ke kehidupanku ini, bagaimana tidak kalau aku memperpanjang visa ku dengan Tokutei Gino aku bisa lebih lama 5 tahun lagi disini yay!, tapi tetap saja tujuan yang utama yang harus dicapai terlebih dahulu adalah kokkashiken/ujian bagi perawat dan caregiver.


0 komentar: